Selasa, 25 Februari 2014

Pengajar & Teori

Dawna Markova seorang guru dari sebuah sekolah yg murid2nya amat sangat bermasalah yg ada di Massachusett, menggantikan guru sebelumnya yg hanya bertahan 2 hari saja di sekolah tersebut. melakukan proses "AKROBATIK" mengajar dengan berbasiskan cinta kasih, akhirnya berhasil menemukan TEORI GAYA BELAJAR DAN GAYA MENGAJAR. Dalam melakukan pendekatannya ia menelursuri masalah hingga ke masing2 rumah dan orang tua setiap anak didiknya di kelas. Dia berkata Ternyata 99% anak2 yg amat sangat bermasalah di sekolah ini memiliki orang tua yg juga sangat bermasalah dirumahnya. Dan setelah 8 tahun kami berkecimpung di dunia sekolah dan konseling. Ternyata pernyataan Dawna Markova itu Benar.

 Ingin nya pun seperti itu, tetapi pada kenyataan nya. Mengapa pada sebagian anak-anak teori ini tidak bisa digunakan. Terkadang saya sebagai pengajar berharap dapat menyampaikan ilmu tanpa harus disertai dengan tindakan kekerasan atau pun ancaman pada si anak didik tersebut. Terkadang speechless dan tak tahu harus berbuat apalagi, bila melihat kelakuan anak-anak yang selalu mencari perhatian guru nya dengan melakukan tindakan tidak sopan ataupun tindakan yang melanggar aturan. Kerjasama yang dilakukan dengan pihak orangtua pun terkadang hanya membuah kan "tobat sementara". Setelah itu, kejadian yang lama akan terulang kembali.

Sebenarnya, saya memiliki simpati dan empati yang besar kepada mereka yang spesial ini. Saya menyebut mereka siswa spesial, karena tiada hari yang luput untuk memperhatikan tindakan dan sikap mereka di lingkungan sekolah. Segala macam cara pendekatan dilakukan, tapi sejauh ini belum memberikan hasil.....pffffhhhh *_*'

Minggu, 23 Februari 2014

"Jangan"

Jangan menghukum masa depan dengan masa lalu
Karena kita selalu bisa memperbaiki situasi

Jangan menghukum kesempatan dengan penantian
Karena terkadang melepaskan sesuatu justru memperoleh yang terbaik

Jangan menghukum waktu terbaik dengan keterlambatan
Karena dalam urusan perasaan, tidak ada yang tahu kapan dan di mana tibanya 

Dan jangan menghukum kebersamaan dengan kesendirian
Karena, aduhai, kita tidak memutuskan bersama hanya karena bosan sendiri

Pun jangan menghukum diri sendiri dengan pertanyaan2 orang lain
Karena kita tidak menjalani kehidupan orang lain
Dan orang lain tidak menjalani kehidupan kita

*Tere Liye

Hehee,,hasil copas dari status nya bang darwis tere liye. Bener sekali, terkadang kita terlalu fokus pada satu hal. Sehingga membuat hal lain tertutup dan tak terlihat. Padahal mungkin hal yang tidak kita sadari itulah yang merupakan hal terbaik untuk kita,,

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS.Al baqarah : 216)
Ketahuilah…
Tak selamanya hal yang kita benci tidak baik dan tak selamanya hal yang baik selalu baik. Sesungguhnya Allah Maha Pemilik Kebaikan yang Abadi. Dan hanya Allah lah yang Maha Mengetahui atas kehendak hati hambanya.