Jumat, 27 Februari 2015

Wipes My Tear

Everything happen for reason for sure
But sometimes,,
Everytime i try to put a smile in my face
There's a teardrop behind it

Don't know exactly, the reason that make me wanna cry
I'm still wondering..
I want something happen just the way i want
But, Allah has another plan for me

I believe i'm gonna through this moment
My happy ending will come
All i need to do is..
Wipe my tears

Sometimes..Silence is Gold

Saat kita tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan, diamlah. Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan kita harus diam adalah hal yang jauh berbeda.
Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan. Bagaimana kita bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan kita.
Orang yang mampu diam di tengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya. Sekali kita membuka mulut, kita akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari.
Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak kita kehendaki. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar.
Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar-lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut akan segera memenuhi mulutnya.
Inilah ibarat, kekuatan kita untuk diam. Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diam para bijak.
Untuk itu kita perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan: “Diam adalah Emas“.